Menyikapi Kesalahan Orang Lain - alfisbu.com

Menyikapi Kesalahan Orang Lain


Assalammu’allaikum wr wb.
Salam better untuk kita semua.Piye kabare cah,apik-apik wae tho?Pastinya,dong.Dalam postingan saya kali ini,saya hendak menyampaikan satu hal yang menyinggung tentang agama Islam.Yang mana mungkin dapat menjadi referensi serta renungan yang dapat kita jadikan batu titian untuk menjadi manusia yang baik dimata manusia.Dan seorang hamba yang beriman lagi bertaqwa di hadapan Allah SWT.Amin…Sebagaimana diperintahkan oleh Allah agar kita selalu ber-“Fastabi’ul khairat”.Yakni selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.Selalu berusaha untuk tidak melupakan Allah SWT dalam keadaan apapun dan dimanapun berada.Selalu memegang teguh ajaran Nabi Muhammad SAW.Dan selalu meyakinkan diri bahwaaku selalu diawasi oleh Allah SWT,maka aku harus selalu berbuat amal shalih kepada siapaun dan dimanapun itu berada.Serta selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.”Karena sesungguhnya orang yang berada dalam kesesatan adalah yang serugi-ruginya manusia.Dan mereka akan kekal didalam neraka Jahannam bersama Kaum kafir,musriykin,munafikin,dan Syaitannirrajim ngalaihim waladdaalin.
Tanpa basa-basi dan ini-itu,langsung saja kita masukke materi,yakni:

MENYIKAPI KESALAHAN ORANG LAIN


            Dalam berinteraksi dengan masyarakat,mau tidak mau,suka tidak suka,sengaja atau tidak sengaja pasti akan terjadi singgung-menyinggung dan luka-melukai perasaan.Seperti ghibah/ghosip/menggunjing/ngrasani,dan atau-atau yang lain.Fitnah,membohongi,dan bumbu-bumbu disana disini dan disitu.Yang entah memang sudah sangat “merakyat”dan menjadi menu pengganti bila waktu luang dan ‘ngepasi”(B.I=pas pada saatnya).Bahkan,di setiap stasiun televisi,selalu yang nomor satu(kalau ndak ada bal-balan/sepakbola) selalu terselip program e-n-t-e-r-t-a-i-n-m-e-n-t.Entah info seleb lah.Entah gossip artis ter-hot.Dan selebritis ter… yang lain,yang pasti selalu diminati.Apalagi oleh kaum Perempuan.Padahal,secara tak sengaja kita ikut dalam pergujingan berdosa itu.Naudzubillahimindzalik.Apakah ini yang diinginkan Islam?Why,what,how hal buruk malah peminatnya banyak?Memang ini adalah tanda-tanda akhir zaman.Dimana manusia akan menjadi serigala bagi sesama manusia.Mereka akan berusaha saling menghancurkan demi kepentingan pribadi.Dan yang kuat akan menindas yang lemah.Astaghfirullah,ya Allah jangan jadikan kami seperti itu.Jadikanlah kami orang yang sealu sabar dan bertaqwa kepada Engkau.Amin…
Nah,dalam menyikapi kesalahan orang lain tersebut,Islam mengajarkan 3 sikap untuk meresponnya.Dimana sikap yang pertama MINIMAL.Sikap yang kedua LEBIH BAIK.Dan yang ketiga yang TERBAIK.Yakni:

1.)  Menahan Marah
            Ada sebuah hadist yang bunyinya,”Dari Abu Hurairah RA,Rasullullah SAW bersabda:ada seorang lelaki datang kepadaku dan berkata,berilah aku wasiat,Rasul menjawab,Janganlah engkau marah.Kemudian lelaki itu bertanya berulang kali.Rasul menjawab,janganlah engkau marah.”(HR.BUKHARI).Kata yang dicetak tebal,menunjukkan bahwa Rasullullah benar-benar menegaskan agar kaumnya mampu menahan marah.Karena menahan marah sama saja dengan Bendungan ditengah arus banjir.Menahan marah sangatlah penting.Karena sia-sia kita rajin beribadah jika kita tidak sabaran.Batu dengan batu jika saling bertumbukan,maka keduanya akan hancur.Namun jika batu bertumbukan dengan air,maka batu tersebut tidak akan hancur,bahkan akan melunak.Dan air pun tidak akan rusak pula.Dari perumpamaan diatas,batu ibaratnya orang marah.Sedangkan air ibaratnya orang sabar(menahan marah).Nah,jika pemarah dengan pemarah saling serang.                                             #Maka rumusnya: M x M=H        (M=Marah. H=Hancur).   Yang maknanya,orang marah dengan kita,namun kita meladeninya dengan marah juga,maka kita akan sama-sama hancur.Kita saling serang agar musuh  kita kalah.Bahkan bisa lebih parah lagi.Bebeda jika kita menghadapi orang marah dengan #senyum dan sabar.Rumusnya( S+S) x M =D   (S=Senyum,Sabar.  M=Marah.  D=Damai). Lihat,betapa rugi memiliki sifat pemarah.Sudah rugi sendiri,juga merugikan orang lain.Ckckckcckck. Marah(ghadab) juga dapat menimbulkan dosa.Karena jika kita marah maka kita bisa menyakiti fisik atu batin orang lain.Orang marah lebih banyak dikendalikan emosi,sehingga kadang terlihat seperti orang bodoh.
            Ada lagi sebuah hadis yang berbunyi”Tidaklah halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 malam,keduanya bertemu tapis aling memalingkan mukanya.Dan yang paling baik diantara keduanya ialah yang memulai lebih dulu mengucapkan salam.”(HR.BUKHARI DAN MUSLIM).Maknanya,jika sesorang tidak mampu menahan marah terhadap orang lain,dia boleh menghindar untuk menenangkan diri,Rasulullah memberi waktu 3 hari karena 3 tersebut dianggap cukup untuk meredakan amarah.Setelah itu wajib menyambung kembai tali persaudaraan dan persahabatan sesama muslim.Dan yang terbaik diantara orang yang saling bermusuhan adalah orang yang memulai lebih dahulu mengucap salam/bertegur sapa.

2.) Memberi Maaf
            Orang yang mampu menahan marah,belum tentu telah memaafkan.Kita diwajibkan memafkan kesalahan orang lain.Lebih baik lagi kita memberi maaf sebelum orang itu meminta maaf.Apalagi setelah dimintai maaf.Jangan dendam,karena dendam adalah menahan rasa permusuhan dalamhati danmenunggu kesempatan untuk membalas.
            Pemaaf adalah sikap suka memberi maaf kepada kesalahan orang lain tanpa rasa benci dan dendam.Apa kata dunia jika manusia tidak mau member maaf orang lain?Whata?.Allah saja sebagai pencipta angit,bumi dan seisinya Maha Pemaaf lagi Maha Pengasih.Manusia yang,halah,sekecil kotoran diatas tubuh virus.Sebegitu sombong,atau gengsikahkita.Allah SWT saja yang merupakan Tuhan semesta alam yang hanya Dialah yang berhak sombong  di jagad raya ini,mau memaafkan kesalahan hambanya sekecil buah dzarrah(Surat Al-Zalzalah)dan seberat apapun yang  bahkan sebesar bumi seisinya.Marikit renungkan bersama.Untukapa kita ini diciptakan.Untukapakita hidup ini.Dankepada siapa kitabersujud dan kembali.Toh,manusia tidak ditakdirkan untuk sombong,kan?Melainkan sebagai KHALIFAH di bumi ini.Sebagai pemimpin dan hamba  Allah SWT yang taat dan beriman.

3.)Berbuat Baik
            Setelah menahan marah dan memaafkan,sikap terbaik dalam merespon kesalahan orang lain adalah membalas keburukkannya itu dengan kebaikan,yang dalam istilah Al-Quran disebut Ihsan,orang-orangnya disebut Muhsinin.
Sikap ketiga ini memang sikap yang terbaik.Namun,untuk melakukannya dibutuhkan tenaga extra,latihan,pergi kesana-kesitu,Kontrol emosi,dan usaha lain yang amat berat.Bayangkan,masak jaman  gini perbuatan jahat dibalas kebaikan?Nggak jaman kalee.Ini adalah akhir jaman,bro.Dimana itu dibalas itu.Ini dibalas ini.Bukan ini dibalas itu seperti yang duuuluu(malah nyanyi lagunya Ungu).Tapi balas-membalas itu bukanlah sifat yang mulia.Jika kita dihina orang dan kita balas dengan menghinanya,maka kita sama-sama hina dengan dia.Derajat seseorang akan diangkat oleh Alllah SWT justru dengan membalas keburukan dengan kebaikanyang disabdakan oleh Rasullullah SAW:
Apakah tiada lebih baik saya beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah meninggikan bangunan dan mengangkat derajat seseorang?”Para sahabat menjawab:”Baik ya Rasullullah”.Lalu Rasullullah bersabda:(1) Engkau berbuat santun kepada orang yang berbuat jahil kepadamu;(2)Engkau memberi  maaf kepada orang yang telah zalim kepadamu.(3)Engka memberi orang yang tidak pernah memberikan sesuatu kepadamu;dan (4)Engkau mau bersilaturrahim kepada orang yang telah memutuskan silaturraihim denganmu.”(HR.THABRANI).
Selanjutnya,jika kita yang melakukan kesalahan kepada orang lain,apa yang harus kita lakukan?Dalam hal ini Allah SWT memberikan petunjuk dalam surat Ali-Imran surat ke-3 ayat  ke-135:
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri,mereka ingat kepada Allah,lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?Dan mereka tidak meruskan perbuatan kejinya itu,sedang mereka  mengetahui.”(QS.Ali Imran 3:135).
Maksud ayat diatas adalah bahwa bagi siapa saja yang telah mengerjakan perbuatan keji baik teradap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri,hendaknya ia sadar dan taubat dari kesalahan-kesalahannya itu.Sebaik-baikorang yang berbuat salah adalah yang bertaubat.Taubat haruslah dilakukan segera,tanpa ditunda-tunda.Jangan”,halah hidup masih lama.Nanti saja saat Idul Fitri.Kan tetap diampuni Allah”.Jangan seperti itu,itu adalah perkataan orang sombong lagi mungkar.
Taubat yang sah dan sempuran harus memenuhi syarat berikut:
1.Menyadari kesalahan,karena seseorang tidak mungkin bertaubat kaau dia tidak menyadari     kesalahannya atau tidakmerasa bersalah.
2.Menyesali kesalahan.
3.Memohon ampun kepada Allah SWT dengan keyakinan penuh bahwa Allah akan  mengampuninya.
4.Berjanji dengan sungguh-sungguh dan setulusnya untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut.
5.Menutup kesalahan masa lalu dengan amal shaleh untuk membuktikan bahwa ia benar-benar telah bertaubat.
Demikianlah sifat orang-orang yang bertaqwa dalam menghadapi kesalahan,baik kesalahan orang lain terhadap dirinya,atau sebaliknya.Untuk orang-orang seperti itulah Allah SWT menjajikan ampunan dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai.Dan orang-orang beriman akan kekal dalam surga sebagai balasan terbaik bagi orang-orang yang beramal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyikapi Kesalahan Orang Lain"

Post a Comment